by

Ada 7 Startup Unicorn di Asia Tenggara 4 Diantaranya ada di Indonesia ..!!

-Bisnis-1 views

Startup Unicorn adalah perusahaan yang mengantongi status unicorn berdasarkan penilaian yang dikembangkan oleh pemodal ventura dan investor yang berpartisipasi dalam putaran pendanaan. Semua unicorn pada dasarnya adalah startup, hanya nilainya dinilai berdasarkan potensi pertumbuhan dan perkembangan bisnis.

Mengutip laporan Corporate Finance Institute (CFI), penilaian untuk dicap sebagai unicorn tidak ada kaitannya dengan kinerja keuangan masing-masing perusahaan atau data fundamental lainnya.

Perlu anda ketahui tidak sedikit perusahaan teknologi dunia yang sudah mengantongi status unicorn namun belum menghasilkan keuntungan.

Untuk mengantongi status unicorn merupakan proses yang melibatkan berbagai pertimbangan dari banyak faktor. Termasuk perkiraan pertumbuhan bisnis satu perusahaan dalam jangka panjang.

Startup Unicorn

Di samping itu, pemodal kapitalis dan para investor kerap mempertimbagkan aspek rumit lainnya termasuk soal keberlangsungan satu model bisnis. Terlebih jika satu bisnis menjadi perusahaan pertama di suatu industri yang membuat proses penilaian menjadi semakin kompleks.

Berdasarkan sebuah riset dari CB Insight , hingga Januari 2019 ada lebih dari 300 unicorn di seluruh dunia. Beberapa unicorn bahkan sudah ‘naik level ‘ dengan mengantongi status sebagai decacorn (valuasi US$10 miliar) dan hectocorn (valuasi US$100 miliar).

Kelima perusahaan dengan valuasi tertinggi di dunia menurut CB Insight yakni Toutiao atau Bytedance (US$75 miliar), Uber (US$72 miliar), Didi Chuxing (US$56 miliar), WeWork (US$47 miliar), dan Airbnb (US$29,3 miliar).

Sejauh ini ada tujuh unicorn di Asia Tenggara dengan empat diantaranya berasal dari Indonesia. Keempat startup unicorn tersebut antara lain Bukalapak, Traveloka, Gojek, dan Tokopedia.

Indonesia salah satu negara yang perkembangan startupnya begitu cepat meningkat. Perkembangan startup itu membantu peningkatan perekonomian di Indonesia. Status startup sebagai ‘unicorn’ sudah diraih oleh keempat startup Indonesia yang tentunya sudah tidak asing lagi Anda dengar, yakni Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Meskipun sudah menyandang status sebagai unicorn, keempatnya memiliki nilai valuasi yang berbeda.

Status unicorn yang diberikan kepada Startup mengandung arti bahwa startup tersebut sudah memiliki nilai valuasi lebih dari $1 miliar.

Berikut penjelasan dan urutan startup unicorn Indonesia berdasarkan nilai valuasinya dari yang paling tinggi, data berikut berhasil dihimpun Redaksi Warta Ekonomi dari berbagai macam sumber:

Tokopedia

Baru-baru ini dikabarkan bahwa Tokopedia mendapatkan suntikan dana dari para investornya yang belum diketahui kejelasannya, SoftBank Group Corp atau Vision Fund, Tokopedia kini resmi bernilai sekitar $7 miliar atau setara dengan Rp102 triliun. Berdasarkan riset dari firma penelitian CB Insight, dengan itu Tokopedia menjadi  top valuasi  untuk startup di Indonesia.

Go-Jek

Go-Jek merupakan startup pertama asal Indonesia yang mendapat gelar ‘Unicorn’. Ada kabar bahwa Google, Tencent, dan JD melipatgandakan investasi mereka ke Go-Jek sehingga itu berpotensi besar menambah valuasi dari startup tersebut.

Jika benar Google, Tencent, dan JD melakukan kucuran dana tersebut, maka kapitalisasi startup besutan Nadiem Makarim itu diperkirakan akan melewati USD 9 miliar. Jika benar kabar tersebut, maka perusahaan itu akan bernilai Rp136 triliun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Go-Jek sudah mengamankan sebanyak USD 1,2 miliar dan Google, Tencent, serta JD yang menjadi tiga sumber utama dari investasi tersebut.

Melihat peningkatan kapitalisasi pasar Go-Jek ini dapat dikategorikan begitu signifikan. Pasalnya, pada awal tahun pihak Go-Jek masih menyebutkan bahwa valuasi mereka masih berada di kisaran USD 4,8 miliar.

Traveloka

Startup besutan Fery Unardi ini mendapatkan suntikan dana dari perusahaan travel asal Amerika Serikat, Expedia pada Juni 2017 lalu senilai US$ 350 juta sekitar Rp4,6 triliun. Melalui kucuran dana tersebut, Traveloka kini telah menduduki nilai valuasi lebih dari US$ 2 miliar atau setara dengan Rp26,6 tiriliun.

Traveloka dikabarkan akan menerima suntikan dana sebesar Rp6 triliun tahun ini, namun investornya belum resmi dibeberkan. Melalui kabar itu, nilai valuasi Traveloka bertambah menjadi Rp61 triliun.

Bukalapak

Startup keempat yang berhasil menyandang status unicorn ini sudah berhasil memiliki nilai valuasi di atas US$ 1 miliar atau setara dengan Rp13,5 triliun.

Namun, sangat disayangkan, pihak startup yang didirikan oleh Achmad Zaky ini tidak mau membeberkan siapa saja investor yang telah menyuntikkan modal ke Bukalapak, karena investor tersebut yang meminta identitasnya tidak disebar ke publik.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *